TEMA 7. INDAHNYA KERAGAMAN DI NEGERIKU

SUBTEMA 2. INDAHNYA KERAGAMAN BUDAYA NEGERIKU


Pembelajaran 4

Pakaian Adat Indonesia

Biasanya pengantin mengenakan pakaian adat daerah setempat. Tentu pakaian adat ini tidak sama dengan baju yang kamu kenakan sehari-hari. Apabila diperhatikan, pakaian adat yang dikenakan oleh setiap pengantin di setiap wilayah berbeda-beda. Contohnya pakaian adat Bali berbeda dengan pakaian adat Jawa. Setiap pakaian adat memiliki ciri khas tersendiri.

Pakaian adat merupakan hasil penyesuaian diri manusia terhadap lingkungannya. Masyarakat di daerah pegunungan yang dingin biasanya berpakaian tebal untuk menghangatkan badan. Contohnya adalah masyarakat suku Tengger di lereng Gunung Bromo biasa mengenakan sarung ketika beraktivitas. Penggunaan sarung tersebut bertujuan untuk melindungi tubuh dari udara dingin pegunungan.

Manusia memanfaatkan sumber daya alam di wilayahnya untuk bertahan hidup, termasuk dalam pembuatan pakaian adat. Contohnya adalah King Baba pakaian adat masyarakat Kalimantan Barat. Pakaian adat tersebut terbuat dari kulit kayu tanaman ampuro atau kayu kapuo. Dua jenis kayu ini adalah tumbuhan endemik Kalimantan yang mempunyai kandungan serat tinggi. King Baba dilengkapi dengan ikat kepala yang terbuat dari serat kulit kayu. Sehelai bulu burung enggang diselipkan pada ikat kepala sebagai pelengkap hiasan. Burung enggang merupakan burung khas Borneo yang kini mulai langka. Perempuan Dayak juga biasa mengenakan kalung yang terbuat dari akar kayu atau tulang hewan untuk menangkal gangguan roh-roh halus.

Pakaian Adat Kalimantan Barat

Koteka merupakan bagian dari pakaian adat Papua yang berfungsi untuk menutupi kemaluan penduduk pria asli Papua, sementara bagian tubuh lainnya dibiarkan terbuka sehingga nyaris telanjang. Koteka, secara harfiah memiliki makna sebagai pakaian. Koteka juga disebut dengan horim atau bobbe.

Koteka terbuat dari bahan kulit labu air yang telah dihilangkan biji dan buahnya. Labu air yang dipilih harus yang sudah tua karena labu yang tua jika dikeringkan mempunyai tekstur yang keras dan awet. Labu tua tersebut ditanam di dalam pasir atau tanah kemudian dibakar agar lebih mudah untuk mengeluarkan biji dan buahnya. Setelah berhasil dikeluarkan biji dan buahnya, labu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di atas perapian.

Bentuknya panjang seperti selongsong dan ujungnya meruncing seperti kerucut atau lebih mirip batang buah wortel. Di bagian ujung koteka diberi bulu ayam hutan atau bulu burung.

Koteka


Baju kurung merupakan pakaian adat Papua yang digunakan oleh para wanita sebagai atasan. Bahan dari baju kurung adalah kain beludru. Baju kurung mendapatkan pengaruh dari budaya luar Papua dan banyak dipakai oleh perempuan di Manokwari. Anda akan menemukan wanita Papua di Papua bagian Barat juga banyak yang mengenakan baju ini untuk acara adat.

Baju Kurung

Setiap pakaian adat memiliki ciri khas yang membedakan dengan pakaian adat di daerah lain. Oleh karena itu, pakaian adat menjadi identitas dari sebuah daerah. Berikut jenis pakaian adat setiap provinsi di Indonesia.

Tabel Keragaman Pakaian Adat di Indonesia

Nomor

Provinsi

Pakaian Adat

1.        

Aceh

Elee Balang

2.        

Sumatra Utara

Ulos

3.        

Riau

Pakaian Tradisional Indragiri

4.        

Kepulauan Riau

Belanga

5.        

Sumatra Barat

Bundo Kanduang

6.        

Jambi

Pakaian Tradisional Melayu Jambi

7.        

Sumatra Selatan

Aesan Gede

8.        

Bengkulu

Pakaian Adat Melayu Bengkulu

9.        

Lampung

Pakaian Tradisional Tulangbawang

10.    

Bangka Belitung

Paksian

11.    

Banten

Pangsi

12.    

Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta

Pakaian Tradisional Betawi

13.    

Jawa Barat

Kebaya

14.    

Jawa Tengah

Kebaya

15.    

Daerah Istimewa Yogyakarta

Kasatrian

16.    

Jawa Timur

Pesaan

17.    

Kalimantan Barat

Perang

18.    

Kalimantan Tengah

Busana Pengantin Dayak, Busana Pengantin Kotawaringin

19.    

Kalimantan Selatan

Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut

20.    

Kalimantan Timur

Ta’a (untuk perempuan) dan Sapei Sapaq (untuk laki-laki)

21.    

Kalimantan Utara

Ta’a (untuk perempuan) dan Sapei Sapaq (untuk laki-laki)

22.    

Bali

Pakaian Adat Bali

23.    

Nusa Tenggara Barat

Pakaian Adat Lombok

24.    

Nusa Tenggara Timur

Pakaian Adat Rote

25.    

Sulawesi Utara

Kulavi (Donggala)

26.    

Sulawesi Tengah

Baju Nggembe

27.    

Sulawesi Tenggara

Babu Nggawi dan Babu Nggawi Langgai

28.    

Sulawesi Selatan

Baju Bodo

29.    

Sulawesi Barat

Pattuqduq Towaine

30.    

Gorontalo

Mukuta dan Biliu

31.    

Maluku

Baju Cele

32.    

Maluku Utara

Manteren Lamo

33.    

Papua Barat

Pakaian Adat Ewer

34.    

Papua

Pakaian Adat Suku Asmat

 

Itulah jenis baju adat setiap provinsi di Indonesia. Keunikan pakaian adat hendaknya kita jaga kelestariannya agar tidak punah. Kamu dapat melestarikan pakaian adat dengan cara mengenakannya saat acara pentas budaya Indonesia. Selain itu, kamu dapat mengenal nama-nama, bentuk, dan keunikan setiap pakaian adat.


 

Keragaman Pakaian Adat di Indonesia

Keragaman pakaian adat menjadi simbol keragaman budaya yang ada di Indonesia. Pakaian adat setiap suku bangsa yang ada di Indonesia berbeda-beda. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki ciri khas pada pakaian adatnya sendiri-sendiri. Pakaian adat mencirikan setiap suku bangsa dengan memiliki model, warna, hiasan, serta motif yang unik pada pakaian adat mereka. Perbedaan tersebut muncul karena adanya percampuran budaya asli dengan budaya pendatang. Berikut contoh beberapa pakaiana dat di daerah yang ada di Indonesia beserta ciri khasnya.

1.       Pakaian Adat Aceh

Pakaian adat provinsi Aceh dikenal dengan nama Ulee Balang. Ada dua nama istilah dalam pakaian adat Ulee Balang, yaitu Linto Baro untuk pakaian adat laki-laki dan Daro Baro untuk pakaian perempuan.

a.       Linto Baro, yaitu pakaian yang melingkupi bagian atas, tengah, dan bawah serta dilengkapi dengan senjata tradisional sebagai pelengkapan penampilan. Pada bagian atas, berfungsi sebagai penutup kepala atau mahkota kaum pria Aceh berbentuk lonjong ke atas. Bagian tengah disebut meukasah. Bagian ini dibuat menggunakan benang sutra yang ditenun. Pada bagian bawah, dikenal dengan istilah sileuseu yaitu celana cekak musang untuk pria. Bagian ini dilengkapi dengan sarung songket sutra.

b.       Daro Baro, yaitu pakaian adat Wanita Aceh dengan warna yang beragam. Daro Baro memiliki banyak aksesori berupa perhiasan mahkota, anting, dan kalung. Bagian pertama pakaian adat ini adalah baju kurung yang terbuat dari tenunan benang sutra dengan motif yang dibuat dari benang emas. Penggunaan baju kurung dilengkapi juga dengan sarung songket untuk menutupi bagian pinggul Wanita.

2.       Pakaian Adat Jawa

Pakaian adat Jawa antara pria dan Wanita juga berbeda. Berikut penjelasan pakaian adat jawa.

a.       Baju jawi jangkep, yaitu pakaian adat pria Jawa yang terdiri dari atasan dengan motif bunga di bagian tengah dan beskap di bagian dalam. Saat ini, beskap bisa digunakan secara terpisah. Beskap terbuat dari bahan tebal dengan warna polos serta bagian leher diberi kerah yang tidak berlipat. Potongan beskap biasanya asimetris, untuk penyimpanan keris di bagian belakang. Baju Jawi Jangkep juga dilengkapi dengan blangkon dan memakai sandal selop.

b.       Kebaya, yaitu pakaian adat Wanita Jawa yang dipadukan dengan batik ataupun kain panjang yang dilingkarkan dari pinggang hingga mata kaki. Biasanya Wanita Jawa menggunakan kemban sebagai dalaman kebaya. Selain itu, kebaya juga sering dipadukan dengan sanggul. Aksesori yang dipakai yaitu cincin, kalung, gelang, dan anting.

 

Penemuan Informasi Baru dalam Teks Nonfiksi

Pada pembelajaran sebelumnya kamu telah mempelajari cara menemukan ide pokok paragraf dalam bacaan. Pada pembelajaran ini kamu akan mepelajari kembali cara menemukan informasi baru melalui ide pokok paragraf.

Ide pokok dalam sebuah paragraf dapat terletak di awal, akhir, serta di awal dan di akhir. Ide pokok tiap paragraf dalam bacaan memuat informasi baik informasi yang sudah kamu ketahui maupun informasi yang baru kamu ketahui. Pahami dengan saksama tiap informasi baru yang kamu peroleh.

Salah satu tema bacaan yang menarik adalah pakaian adat. Pakaian adat Indonesia memang beragam. Setiap suku bangsa memiliki pakaian adat yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Ayo, temukan informasi baru dalam bacaan berikut.

Ta’a Baju Adat Perempuan dari Kalimantan Utara

Ta’a merupakan pakaina adat dari Kalimantan Utara. Ta’a adalah pakaian tradisional perempuan suku Dayak Kenyak yang mendiami wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Sementara itu, pakaian untuk kaum laki-laki Bernama Sapei Sapaq.

Wujud pakaian Ta’a berupa kain sarung yang diberi anyaman manik kecil berwarna warni dengan motif khusus. Pakian Ta’a dihiasi taring dan gigi macan. Agar kain sarung pakaian Ta’a menjadi panjang, bagian bawah Ta’a ditambah potongan-potongan kain aneka warna berbentuk segi empat kecil. Potongan-potongan kain beraneka warna tersebut dipasang berselang-seling.

Pakaian Ta;a dilengkapi dengan berbagai aksesori. Aksesori pakaian Ta’a yaitu jina aban atau tapung apan, sabau, uleng, dan laku salem. Jina aban adalah topi yang terbuat dari daun pandan yang dihiasi manik-manik, bulu burung, taring macan, dan paruh burung enggang. Sabau adalah antting-anting dari manik yang dipakai di telinga. Uleng adalah kalung manik-manik. Laku salem merupakan gelang tangan yang terbuat dari tulang binatang.

1.       Tentukan ide pokok tiap paragraf dalam bacaan tersebut!

2.       Temukan informasi baru yang kamu dapat setelah membaca bacaan tersebut!


Latihan Soal

A.      Pilihlah jawaban yang benar!

1.       Perhatikan gambar berikut!

Sumber: https:/bit.ly/3DWb35n

Bunga pada gambar biasa digunakan sebagai aksesori pada pakaian adat….

a.       Bali

b.       Jawa Tengah

c.       Sulawesi Selatan

d.       Kalimantan Barat

2.       Perhatikan gambar berikut!

Sumber: https:/bit.ly/3jSXcF7

Baju pada gambar merupakan salah satu jenis pakaian adat yang Bernama….

a.       kebaya

b.       king baba

c.       baju bodo

d.       baju kurung

3.       Perhatikan paragraf berikut!

Sapei Sapaq merupakan pakaian adat pria dari Provinsi Kalimantan Utara. Sapei Sapaq merupakan baju berbentuk khusus yang dihiasi dengan manik bermotif tertentu serta gigi taring macan. Model dan motif pakaian Sapei Sapaq mirip dengan pakaian Ta’a yang digunakan Wanita. Perbedaan dengan pakaian Ta’a adalah adanya gulungan selendang di bagian bawah. Seiring dengan zaman, gulungan ini diganti dengan celana pendek berwarna hitam.

Sumber: https:/web.archive.org/web/20210305100924/

                  https:/seringjalan.com/pakaian-adat-daerah-kalimantan-utara/

Ide pokok paragraf tersebut adalah….

a.       perbedaan pakaian adat Sapei Sapaq dan Ta’a

b.       ciri khas pakaian adat Provinsi Kalimantan Utara

c.       pakaian adat pria dari Provinsi Kalimantan Utara

d.       hiasan yang terdapat di pakaian adat Sapei Sapaq

4.       SD Setia Budi akan mengadakan pentas budaya untuk merayakan kelulusan kelas VI. Setiap kelas diwajibkan mengirimkan perwakilan dengan mengenakan pakaian adat. Maya menjadi wakil kelas IV. Ia menggunakan baju kurung yang terbuat dari tenunan benang sutra. Ia juga mengenakan sarung songket. Maya menggunakan pakaian adat dari daerah….

a.       Kalimantan

b.       Papua

c.       Jawa

d.       Aceh

5.       Pokko’ dan Seppa Tallung merupakan pakaian adat dari suku….

a.       Toraja

b.       Sunda

c.       Dayak

d.       Batak

 

B.      Isilah dengan jawaban yang benar!

1.       Pakaian adat yang dikenakan orang Hindu di Bali saat sembahyang di Pura disebut….

Paragraf berikut untuk soal nomor 2 dan 3.

Ciri khas pakaian adat Madura yang dikenakan kaum laki-laki, yaitu mengenakan tutup kepala (destar), baju lengan panjang berwarna hitam, serta mengenakan kaos bermotif belang warna merah dan putih. Pada bagian bawah biasanya memakai celana panjang berwarna hitam dilengkapi dengan ikat pinggang.

2.       Ide pokok paragraf tersebut adalah … pakaian adat madura yang dikenakan kaum laki-laki.

3.       Pakaian adat Madura yang dikenakan kaum laki-laki adalah baju lengan panjang berwarna….

4.       Linto Baro adalah pakaian adat laki-laki di provinsi….

5.       Wanita Jawa identik dengan pakaian adat….

 

C.      Kerjakan soal-soal berikut!

1.       Tulis dan jelaskan jenis-jenis sanggul yang dikenakan perempuan Bali!

Bacaan berikut untuk nomor 2 dan 3.

Payas Agung adalah baju adat tradisional Bali asal Kabupaten Buleleng. Payas Agung tidak dikenakan dalam kegiatan sehari-hari. Payas Agung hanya dikenakan saat upacara penting, seperti pernikahan agar memberikan kesan raja dan ratu bagi kedua mempelai pengantin. Pada masa kerajaan, Payas Agung dikenakan oleh keluarga kerajaan.

Payas Agung yang dikenakan Wanita terdiri atas atasan yang disebut angkin prada. Atasan tersebut dilengkapi dengan selendang yang disampirkan ke bahu. Bawahan Payas Agung berupa songket panjang khas Bali.

Payas Agung yang dikenakan pria dilengkapi kemben, kampuh, dan umpal bermotif keemas an. Selain itu, Payas Agung pria dilengkapi dengan hiasan kepala berupa destar yang terbuat dari kain khas Bali. Payas Agung pria juga dilengkapi dengan sebilah keris yang dihiasi batu mulia.

Sumber: https:/web.archive.org/web/20210520140759

2.       Tuliskan ide pokok tiap-tiap paragraf tersebut!

3.       Tuliskan informasi baru yang kamu dapatkan dari bacaan tersebut!

 

4.       Jelaskan mengenai pakaian adat laki-laki papua!

5.       Mengapa pakaian beskap untuk laki-laki suku Jawa bentuknya asimetris?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RPP HARIAN PAUD TK TEMA TUBUHKU

TEMA 9 SUBTEMA 3 PEMBELAJARAN 1