TEMA 7 SUBTEMA 2 PEMBELAJARAN 5 KELAS 4 KURIKULUM 2013
TEMA 7. INDAHNYA KERAGAMAN NEGERIKU
SUBTEMA 2. INDAHNYA KERAGAMAN BUDAYA NEGERIKU
Pembelajaran 5
Indahnya Keragaman Kesenian Daerah di
Indonesia
Indonesia
memiliki 34 provinsi dengan beragam perbedaan di dalamnya. Setiap daerah
memiliki kekayaan kesenian yang berbeda-beda pula. Kesenian daerah yang ada di
Indonesia meliputi tarian, musik, lagu, dan senjata tradisional.
1.
Seni Tari dan Lagu Daerah
Seni tari di
Indonesia begitu banyak dan beragam dari tiap daerahnya. Tarian daerah menggambarkan
tradisi dan tata cara kehidupan penduduk di suatu daerah maupun dalam suatu suku
bangsa. Tarian biasanya menjadi ciri khas pertunjukan pada penyelenggaraan
upacara adat atau kegiatan penting lainnya. Contoh tarian daerah bisa dilihat
dalam tabel berikut.
|
No |
Provinsi |
Tarian Daerah |
Lagu Daerah |
|
1 |
Jawa Timur |
Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, Tari Padang Wulan |
“Rek Ayo Rek”, “Jamuran”, “Lindri” |
|
2 |
Bali |
Tari Legong, Tari Pendet, Tari Kecak |
“Mejangeran”, “Ratu Anom”, “Meong-Meong” |
|
3 |
Kalimantan Tengah |
Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas, Tari Mandau |
“Naluya”, “Tumpi Wayu”, “Mamangun Mahagu Lewu” |
|
4 |
Gorontalo |
Tari Saronde, Tari Biteya, Tari Dana-Dana |
“Binde Biluhuta”, “Dabu-Dabu”, “Tahuli Li Mama” |
|
5 |
Bengkulu |
Tari Pukek, Tari Andun, Tari Tombak Kerbau |
“lalan Belek”, “Sungai Suci”, “Anak Kunang” |
|
6 |
Sulawesi Selatan |
Tari Manimbong, Tari Pa’gellu, Tari Pakarena, Tari Pattennung, Tari
Ma’randing, Tari Ma’badong, Tari Pa’pangngan, Tari Gandrang Bulo, Tari
Bosara, Tari Pajoge |
“Anging Mammiri”, “Sajeng Rennu”, “Marendeng Marampa”, “Ati Raja”, “Pakarena”,
“Alosi Ri Polo Dua”, “Balo Lipa” |
2.
Seni Musik
Seni musik di
Indonesia juga beragam dan berbeda-beda di setiap daerahnya. Setiap musik
daerah memiliki ciri khas masing-masing dan biasanya mewakili bagaimana suasana
di daerah tersebut. Berikut contoh musik daerah yang ada di Indonesia.
a. Sumatra
Utara: Panggora, Taganing, Sulim, Ole-Ole
b. DKI
Jakarta: Tehyan dan Tanjidor
c. Nusa
Tenggara Barat: Genggong, Rebana Burdah, Reba, Kerontang
d. Maluku Utara: Fu, Cikir, Bambu Hitada
e. Papua:
Tifa, Triton, Pikon
3.
Senjata Tradisional
Senjata
tradisional berfungsi sebagai alat perlindungan diri, alat untuk berladang,
hingga digunakan untuk berburu. Senjata Tradisional 34 Provinsi di Indonesia
beserta gambar dan penjelasannya dapat Anda lihat secara lengkap berikut ini.
1. Senjata Tradisional Bengkulu
“Keris”.
Nama senjata
tradisional Bengkulu adalah keris. Namun bentuk keris dari Bengkulu ini berbeda
jauh dari karakter keris Jawa yang telah dikenal luas. Sekilas keris Bengkulu
berbentuk seperti pisau, tetapi agak sedikit melengkung. Senjata adat ini juga
tidak begitu panjang. Biasanya hanya sepanjang 13 ruas jari / sepanjang telapak
kaki orang dewasa.
Dahulu keris
Bengkulu ini digunakan oleh kepala adat beserta hulu balangnya ketika perang,
upacara adat dan dalam keadaan mendesak. Berdasarkan kepercayaan warga
Bengkulu, siapa pun yang berperang menggunakan keris ini akan dianggap
pemberani. Kini keris Bengkulu hanya digunakan pada upacara adat Bengkulu.
2. Senjata Tradisional Lampung
“Terapang”.
Nama senjata
tradisional Lampung adalah Terapang. Bentuk dari terapang ini menyerupai dengan
keris Jawa. Namun pada senjata adat ini mempunyai sebuah ciri khas yang sangat
unik. Ciri khas dari terapang Lampung adalah memiliki bulu – bulu halus. Bulu –
bulu halus yang terdapat pada Terapang terbuat dari kayu.
Jika dilihat
secara detail, bulu – kayu tersebut membentuk sebuah ukiran motif yang cukup
apik dan artistik. Ada yang berbentuk burung, kepala orang dan lain – lain.
Setiap bentuk ukiran pada Terapang Lampung mempunyai makna tersendiri.
3. Senjata Tradisional Jambi
“Badik Tumbuk Lada”.
Dari provinsi
Jambi adalah Badik Tumbuk Lada. Bentuk dari senjata adat ini juga mirip dengan
keris, namun mempunyai ukuran yang lebih pendek dan lebih kecil daripada
senjata keris yang digunakan untuk perang pada umumnya.
Untuk bentuk
dari Badik Tumbuk Lada tidak selalu bergelombang seperti keris. Ada juga
beberapa badik Tumbuk Lada Jambi yang berbentuk lurus. Pada bagian kepala
terbuat dari material kayu ataupun tanduk hewan. Sedangkan pada pangkal senjata
dari Jambi ini berbentuk menyerupai bulan sabit. Selain badik Tumbuk Lada, di
provinsi Jambi juga terdapat beberapa senjata lainnya. Misalnya sejenis tombak,
pedang ataupun sumpit.
4. Senjata Tradisional Kepulauan
Riau “Badik Tumbuk Lada”.
Nama dari
senjata adat dari Kepulauan Riau hampir sama dengan nama senjata adat Jambi.
Senjata tersebut bernama Badik Tumbuk Lado. Meskipun mempunyai nama yang hampir
sama dengan senjata Jambi, bentuk dari Badik Tumbuk Lado ini cukup berbeda dari
Badik Tumbuk Lada.
Bentuk dari
senjata adat ini menyerupai belati. Ukuran panjang dari senjata Kepulauan Riau
antara 27 cm – 29 cm. Sedangkan untuk lebar senjata adalah 3,5 cm – 4 cm.
Biasanya yang memegang senjata adat ini adalah laki – laki.
Fungsi dari
Badik Tumbuk Lado adalah berburu dan melindungi diri, keluarga serta sanak
saudara. Kini Badik Tumbuk Lado hanya sekedar digunakan aksesoris pada pakaian adat Kepulauan
Riau laki – laki.
5. Senjata Tradisional Sumatera
Selatan “Trisula”.
Ada yang
menarik dari senjata adat dari provinsi Sumatera Selatan. Dari beberapa jenis
senjata dari Sumatera Selatan, ada sebuah senjata yang sangat unik. Senjata
tersebut adalah trisula. Trisula ini merupakan sebuah tombak yang mempunyai
mata 3.
Tombak trisula
Sumatera Selatan ini bukan merupakan tombak biasa. Karena bentuk dari tombak
ini sama seperti senjata yang digunakan oleh Dewa Neptunus. Dewa Neptunus
merupakan dewa air dalam mitologi Romawi kuno. Hal tersebut terlihat sangat
jelas pada gambaran karakter Dewa Neptunus pada Spongebob Squarepants,
Fairytale Disney Ariel dan lain – lain.
Fungsi dari
tombak trisula Sumatera Selatan tidak sama dengan tombak Dewa Neptunus yang
dapat mengeluarkan petir. Melainkan hanya digunakan untuk menyerang dari kejauhan.
Untuk bentuk dari ujung tombak trisula ini sama seperti dewa Neptunus. Pada
bagian tengah lebih tinggi daripada kedua sisi dari mata tombak. Selain mitos
mengenai tombak Dewa Neptunus, bentuk ujung mata tombak ini hampir sama dengan
lafadz Allah pada huruf arab.
6. Senjata Adat Bangka Belitung
“Siwar Panjang”.
Senjata
Tradisional Indonesia yang digunakan di provinsi Bangka Belitung adalah sejenis
pedang. Pedang pada Bangka Belitung disebut dengan siwar panjang. Bentuk dari
pedang ini panjang dan mempunyai ujung runcing. Pada ujung pedang yang runcing
hanya pada satu sisi. Sementara sisi yang lain berbentuk lurus.
Bagian dari
gagang senjata melengkung. Pada bagian ujung gagang senjata, jika diperhatikan
dengan seksama berbentuk menyerupai kepala burung. Selain itu, sarung / penutup
dari siwar panjang juga sangat unik. Penutup tersebut berbentuk seperti tongkat
biasa. Jika dilihat secara keseluruhan, pedang ini berupa seperti pedang biasa
dengan ujung kepala burung.
7. Senjata Adat Riau “Pedang Jenawi”.
Senjata Tradisional
Riau terdapat sebuah jenis pedang yang digunakan oleh para panglima
kerajaan untuk berperang. Senjata tersebut adalah pedang Jenawi. Pedang Jenawi
Riau ini mempunyai bentuk yang sangat ramping dan lurus. Ciri lain dari pedang
Jenawi Riau ini adalah memiliki sebuah tonjolan kecil pada bagian ujung gagang
pedang. Panjang pedang ini umumnya mencapai ±1 meter.
Bentuk dari
penutup pedang Jenawi Riau adalah persegi panjang. Penutupnya juga mempunyai
ukuran ramping sama seperti pedang Jenawi Riau tersebut. Selain pedang Jenawi,
di provinsi Riau juga terdapat senjata lain. Tetapi hanya jenis senjata adat
ini yang sangat khas akan budaya Riau. Sementara jenis senjata lain hampir sama
dengan jenis senjata daerah lain.
8. Senjata Tradisional Aceh
“Rencong”.
Salah satu
senjata dari provinsi Aceh yang terkenal adalah Rencong. Senjata khas Aceh yang
satu ini adalah sejenis belati. Ciri khas dari rencong Aceh adalah kepemilikan
atas senjata ini. Pada dasarnya, senjata tradisional Indonesia ini mempunyai
sebuah kasta yang terbagi antara jenis material pada mata pisau. Kasta
tertinggi dari rencong mempunyai material emas pada mata pisau. Untuk kasta
rencong yang rendah terbuat dari kuningan ataupun besi putih.
Kepemilikan
dari rencong kasta tertinggi / emas adalah para raja. Sementara itu untuk
rakyat biasa hanya diperbolehkan memiliki rencong kasta bawah / rencong besi.
Baik rencong emas maupun rencong besi mempunyai ukuran panjang yang hampir sama
yaitu mulai dari 10 cm – 50 cm. Bentuk mata pisau ini ada yang lurus dan ada
pula yang melengkung. Bentuk dari rencong Aceh juga sangat unik. Sekilas
senjata ini berbentuk seperti huruf L.
Selain kasta,
rencong ini juga terbagi atas bentuk dari ujung gagang. Ada yang ujung gagang
berbentuk melengkung yang disebut dengan rencong Meuncugek. Sedangkan untuk
rencong yang memiliki gagang kecil dan ujung gagang rencong besar disebut
dengan rencong Meupucok.
9. Senjata Adat Sumatera Utara
“Piso Gaja Dombak”.
Provinsi
Sumatera Utara yang sangat identik dengan kebudayaan batak memiliki sebuah
senjata tradisional Indonesia yang bernama Piso Gaja Dombak. Keunikan dari
senjata ini terletak pada bagian tangkai. Tangkai dari Piso Gaja Dombak
mempunyai suatu ukiran yang berbentuk seperti Gajah. Bagi suku batak, senjata
ini dianggap sangat sakral. Sebab seluruh suku batak percaya bahwa senjata
daerah ini mempunyai kekuatan supranatural.
Hanya para raja
– raja yang mempunyai senjata ini. Kemudian diwariskan secara turun temurun
hingga kini. Sang pewaris juga selalu menjaga Piso Gaja Dombak dengan baik.
Sehingga masih tetap utuh dan terlihat masih tajam.
Dengan
keberadaan dari senjata adat Indonesia ini, dapat mengetahui dengan mudah
tentang latar belakang suatu keluarga. Jika dalam keluarga tersebut menyimpan
senjata ini berarti mempunyai darah keturunan raja.
10. Senjata Tradisional Sumatera
Barat “Karih”.
Senjata yang
berasal dari provinsi Sumatera Barat mempunyai nilai seni yang cukup tinggi.
Senjata tersebut bernama karih. Senjata Karih Sumatera Barat merupakan sebuah
senjata yang tergolong ke dalam belati. Nilai estetika dari karih Sumatera
Barat ini terletak pada gagang belati dan juga penutupnya. Pada bagian ujung
gagang karih terdapat ukiran yang tampak bersinar. Begitu pula dengan bagian
bawah penutup karih yang juga terdapat ukiran.
Dengan warna
gagang dan penutup berwarna hitam, dipadukan dengan warna mata pisau yang putih
terlihat sangat kontras. Hal ini menyebabkan senjata Karih Sumatera Barat ini
sangat memesona. Bentuk dari karih ini biasanya melengkung mulai dari ujung
mata pisau hingga bagian bawah gagang karih. Sehingga membentuk seperti bulan
sabit.
Pada ujung
gagang mempunyai sebuah lingkaran. Senjata ini biasanya dimiliki oleh para raja
Minangkabau. Dengan senjata ini, para raja Minangkabau dapat menjaga diri
sendiri dari berbagai macam serangan yang mengancam nyawa.
Senjata Tradisional
Minangkabau “Kerambit”:
11. Senjata Tradisional DKI
Jakarta “Golok”.
Senjata khas
DKI Jakarta yang paling terkenal adalah golok. Dengan menjadi pusat Ibukota,
kebudayaan Jakarta yang khas dengan Betawi mempunyai juga sangat populer.
Walaupun keberadaan dari budaya Betawi sendiri cukup memprihatinkan. Budaya
Betawi seolah tersisih dari kemodernisasian kota megapolitan.
Budaya Betawi
sendiri hanya terdapat pada suatu kompleks kampung wisata Betawi setu babakan.
Di destinasi wisata tersebut dapat dijumpai golok yang merupakan senjata khas
Betawi. Bentuk dari senjata ini sangat sederhana jika dibandingkan dengan
senjata dari berbagai macam suku lainnya. Golok Jakarta tidak terlalu panjang
dan tidak terlalu pendek, hanya sekitar ±50 cm.
Dahulu setiap
orang Betawi pasti mempunyai sebuah golok minimal 1 buah golok dalam satu
rumah. Fungsi dari golok pun hanya sebagai perlindungan diri. Kini golok hanya
dijadikan sebagai aksesoris pada pakaian tradisional adat Betawi. Terkadang,
golok Betawi juga digunakan pada suatu pertunjukan seni tradisional, seni bela
diri dan modern.
12. Kujang dari Jawa Barat
Senjata dari
Jawa Barat juga mempunyai nilai estetika tinggi sama seperti senjata dari
provinsi Sumatera Barat, Karih. Sedangkan senjata di Jawa Barat bernama Kujang.
Kujang Jawa Barat termasuk ke dalam jenis pisau belati. Bentuk dari Kujang
sangat unik menyerupai simbol api pada sebuah mitologi kuno. Simbol api juga
sering dijumpai pada beberapa anime, film China, Korea hingga Hollywood.
Selain bentuk
Kujang Jawa Barat yang unik, tekstur mata pisau sangat estetis. Karena sebelah
bagian terdapat suatu ukiran dan bagian yang lain polos. Ukiran pada mata pisau
menyerupai dengan motif batik. Lalu juga terdapat beberapa lubang hitam.
Sementara untuk
sarung kujang Jawa Barat sangat sederhana. Hanya terbuat dari sebuah material
yang mempunyai karakteristik seperti kain. Biasanya berwarna hitam. Senjata
Kujang Jawa Barat ini biasanya hanya digunakan sebagai aksesoris pakaian adat
ataupun hanya sekedar koleksi.
13. Senjata Adat Banten “Golok
Ciomas”.
Senjata dari
provinsi Banten cukup unik, namun mempunyai kesan yang sedikit menyeramkan.
Senjata tersebut adalah golok ciomas Banten. Sekilas golok ini mempunyai bentuk
seperti Kujang. Tetapi pada golok ciomas tidak terdapat kesan estetika apapun.
Tekstur pada
mata pisau sangat tidak teratur dan terasa bergelombang ketika dipegang. Hal
inilah yang menjadikan golok ciomas mempunyai kesan sedikit menyeramkan. Menurut
kepercayaan warga setempat, golok ciomas tersebut memang mempunyai aura mistik
yang sangat kuat.
Pada bagian
sisi golok ciomas tersebut terdapat beberapa lubang. Pada salah satu sisi golok
ciomas hanya terdapat sebuah lubang. Lubang itulah yang menyerupai mata.
Sekilas bagian ujung golok ciomas berbentuk seperti kepala hewan yang mempunyai
paruh runcing.
Golok Ciomas
ini mempunyai 2 buah jenis ukuran, yaitu besar dan kecil. Pada masa kolonial
golok ciomas ini digunakan sebagai senjata untuk mengusir bangsa Belanda. Oleh
karena itu ketajaman dari golok ciomas ini tidak perlu diragukan lagi.
14. Senjata Khas Jawa Tengah
“Keris & Ketapel”.
Salah
satu senjata
tradisional Jawa tengah yaitu ketapel. Dalam bahasa Jawa disebut
dengan plinteng. Senjata tradisional Indonesia ini adalah salah satu senjata
yang masih secara bebas digunakan hingga kini. Umumnya sering digunakan oleh
anak – anak untuk bermain. Bahkan di beberapa lapak dan toko mainan menjual
ketapel / plinteng ini.
Senjata ini
hanya berupa ranting pohon kecil yang bercabang 2. Pada masing – masing kedua
sisi cabang ranting diikatkan dengan karet. Lalu kedua ujung karet yang tidak
terikat digabung dengan potongan ban bekas maupun kulit hewan.
Penggunaan
ketapel / plinteng ini bukan hanya di kalangan anak – anak. Tetapi orang dewasa
pun juga sering kali menggunakan senjata ini untuk berburu, biasanya berburu
burung. Plinteng Jawa Tengah, termasuk ke dalam jajaran senjata yang sangat aman
dan tidak berbahaya.
Selain itu juga
tidak mempunyai aura mistik apapun. Sehingga semua orang tanpa terkecuali
diperbolehkan untuk memiliki serta menggunakan senjata ini.
15. Senjata Asal Daerah Istimewa
Yogyakarta “Keris”.
Yogyakarta
mempunyai kebudayaan keraton yang masih bertahan hingga kini. Untuk senjata
khas keraton adalah keris. Ada berbagai macam keris Jawa mulai dari yang kecil
hingga besar. Senjata ini dianggap sangat keramat.
Biasanya setiap
keris dianggap mempunyai suatu jiwa yang berupa golongan jin. Konon sebagian
besar orang yang membuat keris mempunyai kekuatan spiritual yang tinggi. Orang
yang membuat keris disebut dengan empu.
Fungsi keris
dari dahulu hingga kini adalah sama, begitu pula dengan cara perawatannya.
Keris dapat menjadi benteng / perlindungan diri sendiri dari segala bahaya.
Lalu keris juga dapat dijadikan sebagai aksesoris pakaian adat laki – laki.
Setiap keris mempunyai nama tersendiri.
Untuk cara
perawatan keris harus dilakukan secara intensif. Setiap hari Jumat harus
dimandikan dengan bunga / mandi kembang. Penyimpanan keris juga harus
diperhatikan dan tidak boleh sembarangan. Tempat penyimpanan terbaik untuk
keris adalah sebuah peti atau lemari.
16. Senjata Tradisional Jawa
Timur “Celurit”.
Selanjutnya
adalah Senjata Tradisional Indonesia yang berasal dari provinsi Jawa Timur,
bentuknya sangat unik. Senjata tersebut berbentuk seperti sabit yang merupakan
salah satu alat pertanian. Nama dari senjata ini adalah celurit. Walaupun
berbentuk seperti sabit, ada hal yang membedakan antara senjata celurit dan
sabit.
Untuk senjata
tradisional Jawa Timur mempunyai bentuk yang lebih ramping dan
mempunyai ujung yang lebih runcing. Celurit juga sangat tajam daripada sabit.
Senjata ini
juga dilengkapi dengan sarung atau penutup. Pada penutup celurit terdapat
sebuah ukiran, ada yang sederhana dan ada pula ukiran yang mempunyai nilai estetika
tinggi. Pada bagian ganggang senjata ini terbuat dari material kayu. Sedangkan
untuk mata pisaunya terbuat dari material logam besi maupun baja.
17. Senjata Tradisional
Kalimantan Timur “Mandau”.
Jenis Senjata
tradisional yang paling terkenal dari provinsi Kalimantan Timur adalah Mandau.
Senjata ini berbentuk pedang, namun diyakini mempunyai kekuatan gaib. Ciri khas
dari Mandau Kalimantan Timur terletak pada gagang pedang. Pada ujung bawah
gagang pedang terdapat ukiran yang berupa hiasan burung Enggang. Lalu pada
ukiran tersebut terdapat rambut manusia asli.
Bentuk dari
mata pedang terlihat ramping pada bagian bawah. Namun pada bagian tengah dan
ujung mata pedang jauh lebih besar. Pada satu sisi pedang terdapat sebuah
ukiran yang juga dihiasi dengan lubang – lubang. Untuk sarung pedang memiliki
sebuah tali untuk mengikat pedang ke tubuh.
Pedang Mandau
terdapat 2 buah jenis, yaitu Mandau biasa dan Mandau Tampilan. Untuk pedang
Mandau biasa digunakan dalam sehari – hari, baik itu berburu maupun aktivitas
rutin lainnya. Sedangkan untuk pedang Mandau Tampilan digunakan sebagai senjata
perang dan upacara adat.
18. Senjata Tradisional
Kalimantan Barat “Dohong”.
Di provinsi
Kalimantan Barat mempunyai sebuah senjata yang sangat kuno, yaitu Dohong.
Senjata ini tergolong ke dalam jenis pisau belati. Tetapi Dohong Kalimantan
Barat ini mempunyai bentuk unik. Sekilas bentuk dari Dohong Kalimantan Barat
sangat mirip dengan ujung mata tombak. Keunikan lain dari Senjata
Tradisional Kalimantan Barat ini masih dipergunakan hingga kini.
Dahulu Dohong
Kalimantan Barat digunakan untuk perang, berburu, memotong tali pusar dan
aktivitas adat lainnya. Kini Dohong hanya digunakan untuk menyembelih hewan dan
upacara adat ataupun hanya sekedar koleksi. Hanya kepala suku yang dapat
memiliki Dohong ini. Kepala suku tersebut mempunyai sebutan sebagai pirus.
19. Senjata Tradisional
Kalimantan Utara.
Di provinsi
Kalimantan Utara mempunyai suatu senjata jarak jauh yang sangat terkenal dan
khas. Senjata tersebut adalah sumpit, senjata ini sangat identik dengan budaya
suku Dayak Kalimantan Utara. Cara menggunakan senjata ini adalah memasukkan
peluru terlebih dahulu pada ujung sumpit, lalu diarahkan ke target dan ditiup.
Bentuk dari
sumpit Kalimantan Utara seperti seruling yaitu silinder bulat yang ramping.
Tetapi untuk senjata ini jauh lebih panjang daripada seruling. Panjang dari
sumpit Kalimantan Utara sebesar 1,5 m – 2 m. Senjata sumpit Kalimantan Utara
ini memiliki ketepatan yang sangat akurat. Lalu untuk jarak dari tembakan
sumpit dapat mencapai ±200 m. Ketika digunakan, senjata ini tidak akan
menimbulkan suara apapun.
Sehingga sumpit
ini sangat baik digunakan untuk berburu. Untuk masyarakat Dayak Kalimantan
Utara sendiri juga masih menggunakan sumpit untuk berburu di hutan. Selain
untuk berburu, terkadang senjata ini dijadikan sebagai mas kawin.
20. Senjata Tradisional
Kalimantan Tengah “Lonjo”.
Provinsi
Kalimantan Tengah sangat identik dengan senjata jarak jauh. Senjata tersebut
bernama Lonjo. Senjata jenis tombak ini adalah senjata yang cukup mematikan.
Untuk tombak dari Kalimantan Tengah ini cukup istimewa. Karena senjata ini
mempunyai dual fungsi.
Untuk mata
tombak sangat tajam. Biasanya digunakan sebagai senjata perburuan jarak dekat.
Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah sendiri biasanya melapisi ujung tombak
dengan racun yang diambil dari pelepah pohon. Musuh pun dapat dengan muda
dilumpuhkan.
Pada gagang
tombak, telah dilengkapi dengan sebuah tangkai panjang yang berlubang dan dapat
dilepas. Tangkai tersebut mempunyai fungsi khusus ketika dilepas, yaitu dapat
digunakan pula sebagai sumpit. Karena itulah senjata ini merupakan salah satu
dari senjata dual fungsi. Tombak Lonjo untuk senjata jarak dekat. Sedangkan
sumpit sebagai senjata jarak jauh.
21. Senjata Tradisional
Kalimantan Selatan “Talimpang”.
Untuk jenis
senjata dari provinsi Kalimantan Selatan ini bukan merupakan senjata yang dapat
digunakan untuk berperang. Namun hanya digunakan untuk melindungi diri pada
saat perang. Senjata ini bernama talimpang.
Material yang
digunakan untuk dalam pembuatan perisai talimpang Kalimantan Selatan ini adalah
kayu biasa yang tidak terlalu berat dan cukup ringan. Tetapi sangat kuat untuk
menangkis berbagai macam serangan. Perisai Telawang ini juga sangat awet dan
dapat bertahan selama beberapa abad / ratusan tahun.
Panjang dari
perisai ini sekitar 1 m – 1,5 m. Sedangkan untuk lebar perisai adalah 30 – 50
cm. Lalu perisai ini mempunyai ukiran – ukiran yang sangat apik dan khas akan
budaya Dayak. Motif yang biasanya dijadikan sebagai ukiran perisai adalah hewan
mitologi dari kebudayaan Dayak, seperti burung tingang.
22. Senjata Tradisional Nusa
Tenggara Barat “Sumpit”.
Untuk Senjata
adat Nusa Tenggara Barat ini hampir sama dengan sumpit Kalimantan Utara yaitu
penggunaannya dengan cara ditiup. Tetapi untuk senjata dari Nusa Tenggara Barat
ini mempunyai ukuran yang lebih kecil. Senjata ini bernama Tulup.
Material yang
digunakan dalam pembuatan Tulup Nusa Tenggara Barat adalah kayu pohon meranti.
Kemudian, pada bagian tengah dilubangi. Dahulu senjata Tulup ini digunakan
untuk berburu. Bahkan sekarang pun juga masih menjadi senjata yang ampuh untuk
berburu.
Karena sebagian
besar penduduk Nusa Tenggara Barat masih mempertahankan cara bertahan hidup
tradisional, yaitu dengan berburu di hutan maupun sungai.
Peluru yang
biasanya digunakan seperti lidi atau ranting pohon yang tajam, pelepah pohon
enau yang bentuknya seperti mata panah dan lain – lain. Pada peluru biasanya
dilapisi dengan racun alami. Racun tersebut dibuat dari pelepah pohon tatar.
23. Senjata Tradisional Nusa
Tenggara Timur “Sundu”.
Nusa Tenggara
Timur mempunyai sebuah senjata keris yang disebut dengan Sundu. Walaupun
termasuk ke dalam jenis keris, perbedaan antara sundu dengan keris sendiri
sangat mencolok. Nampak terlihat dari mata pisaunya.
Mata pisau dari
Sundu adalah lurus dan melengkung. Pada mata pisau dan penutup terdapat ukiran
yang merupakan ciri khas budaya daerah Nusa Tenggara Timur. Motif ukiran yang
terdapat pada mata pisau biasanya menggunakan motif burung. Senjata ini
termasuk ke dalam jajaran senjata nusantara yang sangat dianggap sakral.
Penyimpanan dan kepemilikan dari senjata ini juga mempunyai aturan tersendiri.
24. Senjata Tradisional Bali
“Wedhung”.
Ada beberapa
senjata nusantara tradisional yang sama, yaitu wedhung. Senjata ini terdapat 2
jenis yaitu wedhung Bali dan wedhung Cirebon. Senjata ini tergolong ke dalam
jenis belati. Bentuk dari wedhung Bali dan wedhung Cirebon sangat mirip.
Untuk
membedakan antara kedua wedhung ini adalah mata pisaunya. Mata pisau dari
wedhung Cirebon tidak ada dan terkesan cukup polos. Sedangkan untuk mata pisau
dari wedhung Bali mempunyai motif – motif yang sangat apik. Material dari
wedhung ini terbuat dari logam. Sedangkan untuk sarung / penutupnya terbuat
dari kayu.
25. Senjata Tradisional Maluku
Utara “Salawaku”.
Provinsi Maluku
Utara mempunyai senjata adat bernama Parang dan Salawaku. Untuk Parang adalah
senjata pedang. Hal yang istimewa dari Parang adalah ukurannya. Karena
ukurannya itu, Parang Maluku Utara ini tidak dapat dikategorikan sebagai
pedang. Tetapi juga bukan termasuk ke dalam belati. Panjang dari pedang ini
sekitar 90 cm – 100 cm.
Sedangkan
salawaku adalah perisai. Desain dari salawaku cukup apik, sebab mempunyai
hiasan yang cantik. Motif hiasan tersebut juga bukan ukiran, melainkan
ditempel. Biasanya memanfaatkan kerang.
26. Senjata Tradisional Maluku
“Tombak Kalawai”.
Salah satu
senjata yang berasal dari provinsi Maluku sangat unik adalah tombak Kalawai.
Mata tombak dari Kalawai ini sama seperti tombak trisula yang mempunyai 3 mata
pisau. Walaupun mempunyai 3 buah mata pisau, namun susunan dari tombak ini
tidak sama seperti tombak trisula maupun tombak Dewa Neptunus. Melainkan
berbentuk seperti kurungan. Fungsi dari senjata adat ini untuk berburu di
sungai.
Senjata khas
dari provinsi Maluku ini juga terdapat pada Maluku Utara. Sebab kedua provinsi
tersebut masih termasuk ke dalam satu wilayah. Kebudayaan adat istiadatnya juga
sama.
27. Senjata Tradisional Papua
“Panah”.
Papua mempunyai
Senjata adat yang disebut dengan busur dan panah. Untuk busurnya ada yang
istimewa. Karena mempunyai 5 buah lubang panah. Jadi dalam sekali memanah dapat
langsung menggunakan 5 buah panah.
Panah pada
senjata adat ini terbuat dari bambu. Sedangkan untuk busurnya terbuat dari
pohon rotan. Senjata ini digunakan untuk berburu dan berperang. Senjata ini
juga masih digunakan hingga kini. Hampir sama dengan senjata lainnya. Pada
ujung mata panah senjata ini juga diolesi dengan racun. Racun yang digunakan
diambil dari getah pohon sembaru.
28. Senjata Adat Papua Barat.
Untuk Senjata
dari provinsi Papua Barat sangat identik dengan budaya khas Papua. Senjata adat
ini adalah sejenis belati. Bentuk dari belati ini juga sangat unik. Sayangnya
penduduk dari Papua tidak memberikan nama khusus bagi senjata etnik ini.
Pembuatan dari
senjata ini sepenuhnya menggunakan burung kasuari. Spesies dari burung kasuari
merupakan salah satu hewan yang mempunyai habitat asli di wilayah Papua. Tulang
aki burung ini digunakan sebagai mata pisau. Sedangkan untuk bulunya digunakan
sebagai hiasan pada gagang pisau.
Dengan hiasan
bulu burung kasuari, belati ini terkesan sangat etnik dan khas dengan Papua
Barat. Di Papua Barat juga memanfaatkan burung kasuari untuk berbagai macam
keperluan adat, baik senjata maupun pakaian hingga aksesoris.
29. Senjata Adat Sulawesi Utara
“Pedang Bara Sangihe”.
Ada sebuah
senjata dari provinsi Sulawesi Utara yang memiliki bentuk unik. Senjata adat
ini disebut dengan Pedang Bara Sangihe. Pedang ini berasal dari suku Sangihe.
Bentuk dari pedang ini sangat unik. Pada kedua ujung pedang bercabang 2, baik
pada bagian gagang dan mata pisaunya. Tepat pada bagian tengah cabang mata
pisau mempunyai sebuah lubang.
Selain
mempunyai bentuk yang unik, pedang ini juga sangat istimewa. Karena salah satu
pahlawan nasional menggunakan pedang ini untuk melawan penjajah. Pahlawan
tersebut adalah Hengkeng U Nang.
30. Sulawesi Selatan “badik lompo
battang”.
Senjata
tradisional 34 Provinsi di Indonesia yang sangat artistik juga terdapat pada
provinsi Sulawesi Selatan. Senjata tersebut adalah badik lompo battang. Untuk
nama dari senjata ini diambil dari bahasa Bugis, yang berarti perut. Sedangkan
arti dari Badik sendiri adalah senjata.
Badik Lompo
Battang Sulawesi Selatan ini termasuk ke dalam jenis belati. Senjata dari
Sulawesi Selatan ini mempunyai bentuk yang sangat unik. Dari semua jenis
senjata khas nusantara lainnya, hanya senjata ini yang mempunyai nilai artistik
yang paling tinggi.
Hal dapat
terlihat dari hiasan batik Lompo Battang, baik pada pegangan hingga penutup
badik. Pada penutup batik terdapat ukiran dengan berbagai macam motif, biasanya
menggunakan motif tumbuhan. Lalu juga terdapat hiasan yang seperti diamond.
31. Senjata Adat Sulawesi Barat
“badik lawu”.
Nama Senjata
dari provinsi Sulawesi Barat ini juga disebut dengan Badik. Namun nama dari
Badik ini adalah badik lawu. Bentuk dari Badik lawu hampir sama dengan Badik
Lompo Battang. Hanya saja pada bagian ujung gagang badik lawu adalah runcing,
namun sedikit oval. Sedangkan bentuk dari Badik lawu adalah pipih.
Penutup atau
sarung dari Badik ini sangat polos. Tetapi pada ujung bawah penutup mempunyai
sebuah ukiran yang sangat khas. Untuk badik ini mempunyai sebuah mitos yang
sangat aneh. Keyakinan akan mitos tersebut termasuk ke dalam kategori
kekerasan. Walaupun sebagian besar penduduk Sulawesi Barat masih
mempercayainya, namun mitos tersebut kini dicekal.
32. Senjata Adat Sulawesi
Tenggara “Keris”.
Di Sulawesi
Tenggara juga terdapat senjata yang berupa keris. Bentuk dari keris Sulawesi
Tenggara dan Jawa adalah sama, yaitu lurus dan bergelombang. Nama dari keris
ini adalah kawali. Pada keris Sulawesi Tenggara ini mempunyai suatu keunikan
yang berupa aturan – aturan dalam pembuatan keris. Jumlah dari lengkungan keris
harus berjumlah ganjil.
Material
pembuatan keris juga bukan merupakan material logam biasa dan sangat istimewa.
Kawali dibuat dengan batu meteor yang telah mengeras. Untuk itu, keris ini
tidak akan terdeteksi oleh metal detektor.
33. Senjata Adat Sulawesi Tengah
“pasatimpo”.
Senjata yang
satu ini tidak disebut dengan Badik. Karena senjata ini tidak tergolong ke
dalam jenis belati, melainkan pedang. Senjata ini adalah pasatimpo, untuk
bentuk dari pedang pasatimpo sangat mirip dengan bentuk badik lainnya. Hanya
saja mempunyai ukuran yang lebih panjang
Pada bagian
penutup / sarung pedang terdapat tali panjang. Bentuk dari pedang ini sangat
polos. Fungsi dari pedang pasatimpo pada dahulu digunakan untuk berperang serta
memotong hewan. Kini pedang tersebut hanya berfungsi sebagai aksesoris pakaian
adat Sulawesi Tenggara.
34. Senjata Tradisional
Gorontalo.
Untuk senjata
dari Gorontalo sangat unik. Senjata ini tergolong ke dalam jenis pedang. Tetapi
mempunyai bentuk yang jauh dari bentuk pedang pada umumnya. Biasanya mata
pedang mempunyai ujung yang runcing, baik pada salah satu atau kedua sisinya.
Berbeda halnya dengan pedang dari Gorontalo yang disebut dengan Wamilo.
Ujung dari mata
pedang Wamilo adalah pipih. Meskipun pipih, tetapi pedang wamilo sangat tajam.
Selain berbentuk pipih, bentuk dari pedang ini juga sangat unik. Sekilas pedang
walimo terlihat sangat polos. Tetapi jika dipegang dan diperhatikan dari dekat,
bagian penutup pedang ini mempunyai ukiran.
Itulah daftar
dari senjata tradisional 34 Provinsi di Indonesia. Dengan faktor dinamika
kebudayaan, fungsi dari senjata tersebut telah bergeser. Bahkan hampir tidak
dipergunakan sama sekali dan hanya sekedar dijadikan sebagai aksesoris maupun
bahan koleksi.
Keragaman
kesenian daerah di Indonesia menjadi salah satu menjadi kekayaan yang dimiliki
Indonesia. Setiap ciri khas yang ada pada setiap daerah dapat dijadikan sebagai
identitas daerah. Sebagai peserta didik, kamu memiliki kewajiban menjaga dan
memelihara setiap kesenian yang ada di daerahmu.
Eksplorasi Pola Lantai Gerak Tari Kreasi
Daerah
Eksplorasi pola
lantai gerak tari kreasi daerah adalah pencarian pola lantai gerak tari kreasi
daerah untuk memperoleh gerak dengan pola lantai sesuai dengan yang diinginkan.
Pola lantai gerak tari hasil eksplorasi atau penjajakan disusun dengan baik sesuai
dengan tema yang telah ditentukan. Sebelum melakukan eksplorasi gerak tari
perlu ditentukan tema dan dibuat kerangka isi. Berikut contoh kerangka isi karya
tari kreasi daerah.
Tema :
Tanaman
Judul :
Tari Bungong Jeumpa
Ide atau Gagasan Gerak : gerak Tari Saman dari daerah Aceh
Unsur Gerak : tepuk dada dan tepuk
tangan
Kerangka Isi :
1. Sekelompok
penari memasuki panggung, berdiri membentuk garis horizontal, lalu menggerakkan
tangan ke depan dan ke belakang.
2. Sekelompok
penari bergerak membentuk pola lantai huruf V, lalu menggerakkan kedua tangan ke
kanan dan ke kiri.
3. Sekelompok
penari bergerak membentuk lingkaran, lalu menggerakkan tangan ke kanan dan ke kiri.
4. Sekelompok
penari membentuk garis zig-zag, penari menggerakkan kedua tangan ke bahu, lalu
lurus. Gerakan tangan dilakukan selang seling antarpenari.
5. Sekelompok
penari duduk timpuh sambal menepukkan tangan ke dada dan paha secara
bergantian.
6. Sekelompok
penari duduk timpuh, satu tangan digerakkan ke atas, tangan lain menekuk.
Gerakan tangan dilakukan bergantian kiri dan kanan.
7. Sekelompok
penari duduk timpuh, menyatukan kedua telapak tangan ke depan dan ke dada
secara bergantian.
8. Sekelompok
penari duduk timpuh sambal menggerakkan kedua tangan ke kanan dan ke kiri menyentuh
lantai.
Informasi dalam Teks Pelestarian Kesenian
Tradisional
Ada banyak
bentuk kesenian tradisional. Salah satunya adalah alat musik tradisional. Saung
Mang Udjo merupakan salah satu tempat yang berusaha melestarikan musik
tradisional, yakni angklung. Informasi tentang Saung Mang Udjo dapat ditemukan
dalam bacaan atau artikel di surat kabar dan internet.
Sebagai
pengingat, informasi dalam bacaan dapat kamu temukan dengan membaca intensif.
Membaca intensif berarti membaca secara
sungguh-sungguh dan terus menerus untuk memperoleh banyak informasi. Dengan
membaca intensif, kamu lebih mudah menemukan kalimat utama, ide pokok, atau
informasi baru dalam bacaan.
Pandemi Covid-19, Saung Mang Udjo
Terancam Bangkrut
Salah satu
tempat wisata dan pusat kesenian musik tradisional di Kota Bandung, Jawa Barat,
Saung Mang Udjo, terancam bangkrut. Saung Mang Udjo terancam bangkrut akibat pandemi
Covid-19. Direktur Utama Saung Mang Udjo, Taufik Hidayat, mengatakan bahwa
selama pandemi Covid-19, tidak jarang dalam satu pekan tempat tersebut hanya
dikunjungi tidak lebih dari 20 orang.
Dalam kondisi
normal, ujarnya, Saung Mang Udjo mampu menarik pengunjung hingga 2.000 orang
per hari. Menurut Taufik, kondisi pandemi menyebabkan para wisatawan enggan
untuk berkunjung. Pengunjung enggan jika harus melengkapi sejumlah syarat
berkaitan dengan protokol kesehatan.
Akibatnya, kini
manajemen Saung Angklung udjo mencatat sudah melakukan pemutusan hubungan kerja
terhadap lebih dari 90 persen pegawainya. Awalnya, Saung Mang Udjo mempunyai
600 karyawan. Kini, Saung Mang Udjo hanya mempunyai 40 karyawan.
Pengelola Saung
Mang Udjo berharap pemerintah dapat membantu memberi solusi masalah ini. Ia pun
meminta masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dengan
disiplin menerapkan protocol kesehatan, pandemi Covid-19 dapat dikendalikan
sehingga Saung Mang Udjo pun dapat beroperasi kembali.
Jawablah
soal-soal berikut berdasarkan informasi yang ada pada bacaan di atas!
1) Bagaimana
kondisi Saung Mang Udjo saat pandemi Covid-19?
2) Mengapa
Saung Mang Udjo terancam bangkrut?
3) Di
mana lokasi Saung Mang Udjo?
4) Apa
akibat menurunnya jumlah pengunjung Saung Mang Udjo?
5) Berapa
jumlah karyawan Saung Mang Udjo sebelum dan saat pandemi Covid-19?
6) Apa harapan pengelola Saung Mang Udjo?
Penilaian
A.
Pilihlah jawaban yang benar!
Soal berikut
untuk nomor 1 dan 2!
1.
Serangkaian alat musik pada gambar termasuk
kesenian daerah. Musik tradisional yang dimaksud pada gambar adalah….
a.
fu
b.
tifa
c.
tanjidor
d.
rebana burdah
2.
Kesenian daerah pada gambar berasal dari….
a.
DKI Jakarta
b.
Maluku
c.
Papua
d.
Jambi
3.
Seorang penata tari mencari pola lantai gerak
tari sesuai yang diinginkan. Penata tari telah melakukan … gerak tari.
a.
apresiasi
b.
eksplorasi
c.
penampilan
d.
gagasan tari
4.
Sekelompok penari membentuk garis zig-zag,
penari menggerakkan kedua tangan ke bahu, lalu lurus. Gerakan tangan dilakukan
selang seling antarpenari. Pola lantai yang dibentuk adalah pengembangan garis….
a.
lurus
b.
zig-zag
c.
lengkung
d.
lingkaran
5.
Bacalah paragraf berikut!
Desa wisata berperan penting dalam
pelestarian kesenian tradisional. Desa wisata merupakan kegiatan yang mengajak
wisatawan mengunjungi desa wisata. Oleh karena itu, desa wisata harus mempunyai
daya tarik agar wisatawan mau berkunjung. Salah satu daya tarik tersebut adalah
kesenian tradisional.
Paragraf tersebut membahas….
a.
tujuan diadakan desa wisata
b.
kesenian tradisional yang ada di desa wisata
c.
peran desa wisata melestarikan kesenian
tradisional
d.
daya tarik kesenian tradisional yang ada di desa
wisata
B.
Isilah dengan jawaban yang benar!
1.
Tari Kecak berasal dari provinsi….
2.
Sekelompok penari bergerak membentuk lingkaran,
lalu menggerakkan tangan ke kanan dan ke kiri. Pola lantai yang dibentuk adalah
pengembangan garis….
3.
Sekelompok penari bergerak membentuk pola lantai
huruf V, lalu menggerakkan kedua tangan ke kanan dan ke kiri. Pola lantai yang
dibentuk adalah pengembangan garis….
Perhatikan
paragraf berikut untuk soal nomor 4 dan 5!
Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki kekayaan budaya
di Indonesia. Kekayaan budaya Kalimantan Barat diwujudkan dalam bentuk lagu
daerah, tarian daerah, dan senjata tradisional. Lagu daerah yang berasal dari
Kalimantan Barat yaitu, “Cik-Cik Periuk”. Tarian daerah yang berasal dari
Kalimantan Barat adalah Monong. Adapun senjata tradisional yang berasal dari
Kalimantan Barat adalah Mandau.
4.
Paragraf
tersebut membahas … Kalimantan Barat.
5.
Ide pokok paragraf tersebut terdapat pada kalimat
… paragraf.
C.
Kerjakan soal-soal berikut!
1.
Tuliskan dua lagu daerah dari Provinsi
Gorontalo!
2.
Jelaskan mengenai senjata tradisional celurit!
3.
Buatlah satu pola lantai gerak tari kreasi daerah!
Teks berikut
untuk soal nomor 4 dan 5!
Kabupaten Buleleng yang terletak di Bali Utara memiliki banyak
kebudayaan dan seni tari. Salah satu contohnya adalah seni Taruna Jaya. Seiring
dengan perkembangan zaman, seni tari tersebut mulai tidak dikenal.
Untuk meningkatkan minat terhadap seni tari Taruna Jaya, diadakan
program pelestarian kebudayaan di Kabupaten Buleleng. Program tersebut adalah
pergelaran seni. Pergelaran seni rutin diadakan setiap Jumat. Pergelaran seni
tersebut bertempat di Wantilan Sasana Budaya.
4.
Tuliskan ide pokok tiap paragraf dalam bacaan
tersebut!
5.
Tuliskan informasi baru yang didapat dari bacaan
tersebut!
Sumber: PT Intan Pariwara
https://perpustakaan.id/senjata-tradisional/














































Komentar
Posting Komentar