Postingan

TEMA 8 SUBTEMA 2 PEMBELAJARAN 3

Gambar
  TEMA 8. DAERAH TEMPAT TINGGALKU SUBTEMA 2. KEUNIKAN DAERAH TEMPAT TINGGALKU PEMBELAJARAN 3 Amatilah gambar-gambar di bawah. Ingatkah kalian kegiatan ekonomi? Kegiatan ekonomi terdiri atas produksi, distribusi, dan konsumsi. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.   1. Apakah yang dimaksud produksi dan produsen? Jawab: 2. Apakah yang dimaksud distribusi dan distributor? Jawab: 3. Apakah yang dimaksud konsumsi dan konsumen? Jawab: Menunjukkan Sikap Positif terhadap Keberagaman Karakteristik Salah satu keunikan dari bangsa Indonesia adalah adanya keragaman baik suku, agama, ras, maupun antargolongan. Dari keberagaman itu, membentuk karakteristik tersendiri bagi setiap suku bangsa di Indonesia. Menurut KBBI, karakteristik memiliki makna yaitu mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu. Suku bangsa di Indonesia tidak hanya memiliki perbedaan karakteristik fisik saja. Contoh karakteristik fisik antara lain bentuk rambut, warna kulit, serta kenampakan fisik lainnya. Se...

TEMA 8 SUBTEMA 2 PEMBELAJARAN 2

Gambar
 TEMA 8. DAERAH TEMPAT TINGGALKU SUBTEMA 2. KEUNIKAN DAERAH TEMPAT TINGGALKU PEMBELAJARAN 2 Gerak Tari Kreasi Daerah Dayu berasal dari Bali. Bali terkenal dan kaya ragam tari-tarian yang indah. Dayu sangat menyukai tari. Oleh sebab itu, Dayu rajin berlatih tari. Kali ini, Dayu berlatih tari Pendet. Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa yang tersebar di berbagai daerah. Setiap daerah memiliki jenis tarian dengan keunikan tersendiri. Misalnya, keunikan tari dari Bali di antaranya dalam penampilannya gerakgerak tarinya dilakukan dengan enerjik dan dinamis. Selain Bali, daerah lain juga memiliki ragam tari daerah berbeda. Tarian apa sajakah itu? Ayo, kita cari tahu bersama. Tari kreasi merupakan tari yang mengalami perkembangan dari pola-pola tari Nusantara yang telah ada. Tari kreasi memiliki aturan yang lebih bebas, tetapi tetap memiliki aturan. Perkembangan koreografi tari melahirkan ragam tari kreasi. Tari kreasi memiliki kriteria tertentu diantaranya mengutamakan pola...

TEMA 8 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 6

 Bacaan berikut untuk soal nomor 1-3. Legenda Batu Kuwung Cerita rakyat  Batu Kuwung berawal dari kisah hidup seorang saudagar kaya (Seorang Kepala Desa) namun kikir yang hidup di masa Sultan Haji (sekitar tahun 1683-1687 M). Sifat tamak dan kikir saudagar ini sangat terkenal ke seantero negeri. Kabar tersebut sampai juga ke telinga seorang yang sakti. Orang sakti itu pun kemudian memutuskan untuk menyamar menjadi seorang pengemis pincang. Dia mencoba memohon bantuan pada saudagar. Namun ternyata saudagar malah mengusir si pengemis pincang itu dengan kasar. Si pengemis merasa sangat tersinggung dan tidak terima dengan perlakuan yang diberikan saudagar. Kemudian si pengemis pun mengutuk, ia berkata bahwa saudagar akan merasakan rasa lapar dan menderita sama seperti apa yang dirasakan pengemis tadi. Benar saja, ketika keesokan harinya, saudagar bangun dari tidurnya dengan kondisi kaki lumpuh. Karena merasa banyak harta akhirnya dia membuat pengumuman dan mengundang banyak tabib ...

TEMA 8 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 5

  TEMA 8. DAERAH TEMPAT TINGGALKU SUBTEMA 1. LINGKUNGAN TEMPAT TINGGALKU PEMBELAJARAN 5 A.       Menyanyikan Lagu sesuai Intonasi dan Tempo Lagu pada dasarnya terdiri atas ketukan-ketukan. Ketukan-ketukan itu dapat diukur kecepatannya. Kecepatan saat kita mengetuk panjang nada disebut tempo lagu. Tempo lagu berfungsi untuk menyatakan cepat lambatnya lagu dinyanyikan atau dimainkan. Tempo lagu diukur dengan alat pengukur yang disebut Metronom Maelzel atau disingkat MM. Metronom Maelzel merupakan sebuah alat yang memberikan petunjuk seberapa cepat atau lambat lagu dinyanyikan. Sebagai contoh lagu “Timang-Timang Anakku Sayang” ditulis dengan tempo 90, artinya lagu harus dinyanyikan dengan kecepatan 90 ketukan dalam waktu satu menit. MM 90 termasuk tempo sedang. Tempo dalam musik dibedakan menjadi tiga, yaitu tempo lambat, sedang, dan cepat. Untuk menggambarkan kecepatan tempo, berikut pembagian ketetapan ketukan tempo dalam setiap menit. 1. ...

TEMA 8 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 4

  TEMA 8. DAERAH TEMPAT TINGGALKU SUBTEMA 1. LINGKUNGAN TEMPAT TINGGALKU PEMBELAJARAN 4 A.       Keberagaman Kegemaran Individu Setiap individu berhak memiliki kegemaran sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Kegemaran memiliki bentuk yang beragam. Keberagaman keragaman antara lain sebagai berikut: 1.        Menyanyi 2.        Menulis (puisi, cerpen, pantun, dll.) 3.        Berolahraga (bulu tangkis, sepak bola, basket) 4.        Bermain alat musik (gitar, piano, biola, seruling, dll.) 5.        Menggambar (pemandangan, Binatang, tumbuhan, dll.) 6.        Membaca (buku, cerpen, surat kabar, majalah, komik, ensiklopedia) Kegemaran yang dimiliki setiap individu dapat dikembangkan. Mengembangkan kegemaran yang diminati dapat mengasah keterampilan yang dimi...

TEMA 8 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1

  TEMA 8. DAERAH TEMPAT TINGGALKU SUBTEMA 1. LINGKUNGAN TEMPAT TINGGALKU PEMBELAJARAN 1. Bahasa Indonesia KD 3.9 dan 4.9 CERITA FIKSI Cerita fiksi merupakan   cerita rekaan atau khayalan dari pengarang. Isi cerita berupa khayalan yang tidak nyata. Isi cerita juga dapat berupa fakta yang dialami atau dilihat pengarang, lalu disajikan dengan imajinasi pengarang. Cerita fiksi memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 1.         Cerita bersifat rekaan atau khayalan. 2.       Cerita disajikan dalam urutan waktu. Peristiwa dalam cerita disjaikan dari awal sampai akhir. 3.       Cerita bertujuan menghibur dengan menceritakan suatu peristiwa. 4.       Peristiwa-peristiwa dalam cerita dirangkai dalam sebuah alur cerita. 5.       Cerita menggunakan bahasa komunikatif atau mudah dipahami pembaca. Salah satu contoh cerita fiksi adalah cerit...

TEMA 7 SUBTEMA 3 PEMBELAJARAN 6

Gambar
 TEMA 7. INDAHNYAN KERAGAMAN DI NEGERIKU SUBTEMA 3. INDAHNYA PERSATUAN DAN KESATUAN NEGERIKU PEMBELAJARAN 6 SUMBER: BUKU INTERAKTIF PT. INTAN PARIWARA MEMBUAT KARYA MONTASE Montase merupakan karya seni yang dibuat dengan teknik tempel. Perhatikan contoh langkah-langkah membuat karya montase berikut. INFORMASI DALAM BACAAN Bacalah teks berikut ini dengan teknik membaca intensif. Dewi Sartika, Pahlawan Pendidikan Perempuan Raden Dewi Sartika adalah seorang tokoh wanita pelopor pendidikan di Indonesia. Ia berjuang mewujudkan pendidikan yang layak bagi kaum wanita. Pada saat itu, kaum wanita belum mendapat pendidikan layak. Dewi Sartika lahir 4 Desember 1884 di Bandung, Jawa Barat. Orang tuanya bernama Raden Somanagara dan Raden Ayu Rajapermas. Ayahnya adalah seorang pejuang kemerdekaan. Ia sempat diasuh oleh pamannya dan mendapatkan pengetahuan tentang kebudayaan Sunda. Ia juga mendapatkan wawasan tentang budaya barat dari asisten residen berkebangsaan Belanda.  Dewi Sartika memi...