TEMA 8 SUBTEMA 2 PEMBELAJARAN 5

 

TEMA 8. DAERAH TEMPAT TINGGALKU

SUBTEMA 2. KEUNIKAN DAERAH TEMPAT TINGGALKU
PEMBELAJARAN 5

Gerak Tari Kreasi yang Bersumber dari Tari Daerah

Gerak merupakan unsur utama tari. Gerak tari merupakan serangkaian gerak anggota tubuh yang indah sehingga dapat dinikmati oleh orang lain. Gerak tari dari suatu daerah berbeda dengan gerak tari dari daerah lain. Berikut beberapa ciri gerak tari di beberapa daerah di Indonesia.
  1. Sumatra Barat, ciri gerak tari daerah Sumatra Barat banyak menggunakan gerak tangan dengan jari-jari yang membuka, patah-patah menyiku, tampak berat dan kuat. Badan turun naik dan memutar. Tarian banyak diperankan secara berpasangan dan kelompok.
  2. Sumatra Utara, ciri gerak tari daerah Sumatra Utara adalah geraknya lincah, ringan, dinamis, dan sangat energik. Tangan melenggang, kaki meloncat-loncat seperti tari Serampang Dua Belas.
  3. Aceh, ciri gerak tari daerah Aceh diperagakan dengan lincah, luwes, dan ringan. Ciri seperti ini juga diikuti dengan kekompakan gerak yang disertai tepuk tangan, petikan jari, dan tepukan rebana kecil.
  4. Kalimantan Barat, ciri gerak tari daerah Kalimantan Barat berkesan spontan, ekspresif, kontinu, tetapi tiba-tiba menghentak dengan disertai lengkungan. Kekompakan gerak sangat diperhatikan untuk memberi kesan kukuh dan kuat.
  5. Indonesia bagian timur, ciri gerak tari daerah Indonesia bagian timur sangat ekspresif dan banyak menggunakan gerak-gerak maknawi. Penampilannya dilakukan secara bersama, membentuk formasi gerak melingkar, berbanjar, dan loncatan kaki terkesan kuat (bagi penari laki-laki) dengan gerak tangan melenggang dan mengayun. Posisi badan condong ke depan.
  6. Tari daerah Jawa Timur memiliki ragam gerak yang tegas, berwibawa, pandangan mata tajam, gerak tangan patah-patah, langkah kaki menapak kuat.
  7. Jawa Barat, gerak tari dari daerah Jawa Barat lincah dan energik. Gerakan pinggul dan pangkal bahu menjadi daya tarik yang kuat. Untuk penari putri langkah kaki cepat dan ringan. Sementara itu, gerakan untuk penari putra banyak menggunakan gerakan pencak silat. Di daerah Betawi gerak penari putri lincah, dengan lenggak lenggok badan dan ayunan serta seblakan selendangnya yang sangat khas. Di daerah Cirebon gerak tari berkesan patah-patah dan lincah mengalun dengan menggunakan topeng.
  8. Jawa Tengah, tari daerah Jawa Tengah dibagi menjadi dua, gaya Surakarta dan gaya Yogyakarta. Ragam gerak gaya Surakarta dinamis dan komunikatif. Sementara ragam gerak gaya Yogyakarta terkesan kaku dan berwibawa. Perbedaan kedua gaya tersebut terletak pada langkah kaki, tekukan pergelangan tangan, tolehan kepala, gerakan bahu, dan gerakan badan.

Siswa kelas IV akan mengadakan pertunjukan seni bersama. Mereka berdiskusi untuk menentukan pertunjukan yang akan ditampilkan. Siswa kelas IV berasal dari daerah yang berbeda-beda. Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri.

Salah satu keunikan suatu daerah terdapat pada tariannya. Setiap daerah memiliki tarian daerah berbeda. Ragam gerak tari dari berbagai daerah juga berbeda-beda. Setiap daerah memiliki ciri khas pada gerak tari. Sebagai contoh ciri-ciri gerak tari yang terdapat pada gerak tari Bali dan gerak tari Sumatra. Apa saja ciri-ciri gerak tari Bali dan Sumatra? Mari, simak penjelasan Dayu dan Beni berikut!

Dayu berasal dari Bali. Dayu menjelaskan mengenai ciri-ciri gerak tari Bali. Amatilah gambar berikut.

Ciri-ciri gerak tari Bali
a. Gerakan pada umumnya dilakukan secara lincah, enerjik, dinamis, dan cepat. 
b. Tidak hanya kepala, tangan, dan kaki yang digerakkan, mata juga digerakkan.


Beni berasal dari Sumatra. Beni menjelaskan mengenai ciri-ciri gerak tari Sumatra. Amatilah gambar berikut.
Ciri-ciri gerak tari Sumatra 
a. Gerak tari pada umumnya dilakukan secara lincah dan gesit. 
b. Gerak tari lebih menekankan pada gerakan-gerakan kaki. 
c. Gerak lengan, tangan, jari, leher, dan kepala tidak beragam dan tidak rumit.

Keunikan gerak tari yang disampaikan Dayu dan Beni di atas adalah keunikan gerak tari daerah secara umum. Bagaimana keunikan gerak tari suatu daerah secara khusus? Salah satu contoh tari dari Sumatra yaitu tari Seudati dari Aceh. Bagaimana keunikan gerak tari Seudati dari Aceh? Mari, simak penjelasan berikut.

Seudati adalah tari kelompok yang berasal dari Aceh. Pertunjukan tari Seudati tidak menggunakan iringan berupa alat musik. Iringan tari Seudati berupa nyanyian yang dilantunkan dua orang.

Tari Seudati sangat dinamis. Langkah maju, mundur, ke samping kiri dan ke samping kanan, serta lari dengan angkatan kaki tinggi pada tari Seudati dilakukan secara cepat. Hal ini membuat tari Seudati sangat menarik. Tepukan dada yang menimbulkan suara keras dan dalam, serta jentikan jari bersuara lembut para penarinya membuat tari Seudati menjadi lebih menarik.

Kamu telah mengetahui keunikan gerak tari Seudati dari Aceh. Bagaimana dengan daerahmu?
1. Berasal dari daerah manakah kamu?
Jawab:

2. Apakah daerahmu memiliki tari daerah? Tari apa yang terdapat di daerah asalmu?
Jawab:

3. Bagaimana gerak tari yang berasal dari daerahmu? Apa keunikan gerak tari dari daerahmu? Jelaskan!
Jawab:


Menerapkan Keberagaman Karakteristik dalam Kehidupan Sehari-hari

Keberagaman karakteristik dapat bermanfaat bagi diri sendiri bahkan bagi orang lain di sekitar kita. Sebagai contoh kamu memiliki kegemaran memasak. Dari kegemaran itu, kamu bisa mengembangkan kemampuanmu agar makin pandai dalam memasak. Ketika kamu sudah pandai, kamu bisa membuka sebuah kedai dan mempekerjakan tetangga. Selain mendapat keuntungan, kamu juga membuka lapangan pekerjaan bagi tetanggamu yang belum bekerja.

Manfaat yang diperoleh dari keberagaman karakteristik, hendaknya menjadikan kita menyadari bahwa keberagaman karakteristik harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut penerapan keberagaman karakteristik dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Membagi pekerjaan rumah disesuaikan dengan kemampuan setiap anggota keluarga.
  2. Menghargai keberagaman karakteristik yang terdapat pada anggota keluarga.
  3. Membantu anggota keluarga yang mengalami kesulitan.
  4. Melaksanakan tugas dan pekerjaan rumah sesuai dengan kemampuan.
Penerapan keberagaman karakteristik di lingkungan sebagai berikut.
  1. Membantu seluruh warga sekolah yang membutuhkan bantuan.
  2. Mewakili sekolah dalam kegiatan perlombaan atau olimpiade sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Penerapan keberagaman karakteristik di lingkungan masyarakat sebagai berikut.
  1. Membantu tetangga yang membutuhkan bantuan sesuai dengan kemampuan kita.
  2. Berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
  3. Ikut mewakili desa dalam kegiatan maupun perlombaan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Bertanyalah kepada teman-teman. Apakah mereka mempunyai kegemaran pada kolom berikut. Tuliskan nama temanmu berdasarkan kegemaran yang sesuai.

Setelah kamu mengetahui kegemaranmu dan teman-temanmu, lakukan diskusi untuk menjawab pertanyaan berikut. 
1. Apa manfaat kegemaranmu bagi dirimu sendiri? 
Jawab:


2. Apakah kegemaran temanmu memberi manfaat untukmu dan lingkungan sekitarmu? Jika ada manfaatnya, sebutkan manfaatnya? 
Jawab:


3. Apakah kegemaranmu mengganggu orang lain? Bagaimana supaya kegemaranmu tidak mengganggu orang lain?
Jawab:

Meringkas Cerita Fiksi

Dalam meringkas cerita, kamu harus memperhatikan tokoh, latar, dan peristiwa-peristiwa yang ada dalam cerita tersebut. Isi ringkasan yang kamu buat harus sesuai dengan cerita aslinya. Berikut cara meringkas cerita.
  1. Bacalah cerita dengan saksama.
  2. Catat tokoh-tokoh dalam cerita.
  3. Catat peristiwa-peristiwa penting dalam cerita.
  4. Susun kembali peristiwa dan tokoh cerita dalam bentuk lebih pendek dari cerita aslinya. 

Caadara

Panglima Wire adalah panglima perang dari Desa Kramuderu yang gagah berani. Panglima Wire mempunyai seorang putra bernama Caadara. Caadara kecil memiliki bakat dalam ilmu bela diri dan ketangkasan. Panglima Wire melatih Caadara dengan harapan Caadara dapat menggantikannya kelak.

Caadara tumbuh menjadi pemuda tangkas dalam ilmu bela diri dan berburu. Panglima Wire ingin menguji kemampuan anaknya. Dia merasa sudah saatnya Caadara menjadi panglima perang menggantikan Panglima Wire. Panglima Wire mengutus Caadara untuk pergi berburu selama beberapa hari. Dia meminta Caadara membawa binatang hasil buruannya sebagai tanda bahwa Caadara telah menguasai semua ilmu yang diajarkan oleh Panglima Wire.

Caadara mematuhi perintah Panglima Wire. Dia segera berangkat ke hutan bersama beberapa temannya. Perjalanan mereka melewati hutan yang lebat dan bukit yang terjal. Setelah menempuh perjalanan berat, Caadara dan teman-temannya berhasil memperoleh binatangbinatang buruan. Mereka melanjutkan perjalanan pulang.

Saat perjalanan pulang, Caadara dan teman-temannya bertemu anjing pemburu. Anjing pemburu adalah penanda adanya sekelompok orang asing yang bisa mencelakai mereka. Caadara dan temantemannya segera menyusun rencana, mereka bersembunyi sambil menyiapkan seluruh senjata yang mereka punya. Tidak lama berselang, terdengar pekikan tanda permusuhan. Ternyata benar, pekikan itu berasal dari suku Kuala yang mengajak berperang.

Caadara memerintahkan teman-temannya pergi ke bukit yang tinggi dan membentuk benteng pertahanan. Tetapi peperangan tidak terelakkan lagi. Caadara dan teman-temannya berperang dengan suku Kuala. Pekikan mengerikan di sela suara senjata-senjata yang beradu tidak henti-hentinya terdengar. Namun, Caadara tidak gentar. Dia berhasil mengalahkan pasukan suku Kuala. Berkat petunjuk Caadara, teman-temannya pun berhasil mengalahkan musuh.

”Kamu hebat Caadara. Kamu pantas menjadi panglima perang kami.” Kata teman Caadara.

”Kami akan mengusulkan kepada Panglima Wire untuk mengangkatmu menjadi panglima perang yang baru.” Sahut seorang teman Caadara lainnya.

”Jujur saja aku tidak mengincar jabatan, teman-teman. Aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk desa kita.” Kata Caadara rendah hati.

Caadara dan teman-temannya kembali ke Desa Kramuderu dengan selamat. Cerita tentang keberhasilan mereka mengalahkan suku Kuala segera terdengar oleh Panglima Wire. Panglima Wire sangat bangga kepada Caadara. Dia meminta Caadara menyusun siasat perang untuk berjaga-jaga jika suatu saat suku Kuala kembali menyerang mereka.

Caadara segera menyusun siasat perang. Siasat perang ini dinamakan Caadara Ura. Siasat perang Caadara Ura meliputi cara melempar senjata, menyerbu lawan, mempertahankan diri, dan seni bela diri jarak dekat. Caadara pun menggantikan ayahnya sebagai panglima perang Desa Kramuderu.

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan cerita "Caadara!"
1. Tuliskan ringkasan cerita di atas!
Jawab:


2. Tuliskan tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita berjudul ”Caadara” !
Jawab:

3. Menurutmu, apakah Caadara merupakan tokoh utama dalam cerita tersebut? Jelaskan1
Jawab:


4. Tuliskan tokoh protagonis dalam cerita berjudul ”Caadara”! 
Jawab:

5. Apa yang dimaksud dengan tokoh antagonis? Menurutmu, siapa saja tokoh antagonis dalam cerita berjudul ”Caadara”?
Jawab:




Komentar

Postingan populer dari blog ini

RPP HARIAN PAUD TK TEMA TUBUHKU

TEMA 9 SUBTEMA 3 PEMBELAJARAN 1