TEMA 8 SUBTEMA 3 PEMBELAJARAN 1
TEMA 8. DAERAH TEMPAT TINGGALKU
SUBTEMA 3. BANGGA TERHADAP DAERAH TEMPAT TINGGALKU
PEMBELAJARAN 1
1. . Gaya memengaruhi benda diam menjadi bergerak.
Gambar di atas menunjukkan peristiwa pintu terbuka dan pintu menutup.
Dengan adanya gaya berupa dorongan dan tarikan pintu bergerak membuka
dan menutup pintu.
2. Gaya memengaruhi benda bergerak menjadi diam.
Gambar di atas menunjukkan peristiwa bus dari melaju kemudian berhenti.
Pada peristiwa itu pak sopir melakukan gaya dengan menginjak rem bus.
Dengan gaya yang dilakukan pak sopir bus menjadi lambat, lalu berhenti.
3. Gaya memengaruhi perubahan bentuk benda.
Gambar di atas menunjukkan peristiwa perubahan bentuk plastisin. Pada peristiwa itu anak bermain plastisin dengan melakukan gaya membentuk berbagai bentuk dari plastisin. Dengan gaya yang dilakukan, plastisin menjadi berubah bentuk.
4. Gaya memengaruhi perubahan arah gerak benda.
Gambar berikut menunjukkan peristiwa perubahan arah gerak bola karena
gaya yang diberikan pada bola. Pada peristiwa itu bola dilambungkan ke atas
sehingga bola bergerak ke atas. Kemudian, bola dipukul ke depan sehingga
bola bergerak ke arah depan.
Amatilah peristiwa di lingkunganmu yang berkaitan dengan hubungan antara
gaya dan gerak. Tuliskan hasil pengamatanmu pada kotak berikut.
Ayo Membaca.
Angsa dan Telur Emas Aesop
Alkisah, ada seorang petani sederhana memiliki seekor angsa.
Angsa yang dimiliki petani bukan sekadar angsa biasa, melainkan angsa
yang cantik dan istimewa. Keistimewaannya adalah angsa milik petani
menghasilkan telur emas. Petani senang memiliki angsa istimewa itu.Setiap pagi petani bisa mengambil telur emas di kandang. Petani membawa telur emas dari angsa miliknya ke pasar. Petani menjual telur
emas dengan harga tinggi. Dalam waktu singkat petani berubah menjadi
kaya.
Kekayaan ternyata tidak membuat petani lebih bersyukur dan tetap
rendah hati. Sebaliknya, kekayaan membuat petani serakah. Petani
menginginkan angsa bisa menghasilkan telur emas lebih banyak lagi
dalam waktu singkat. Petani tidak sabar dan ingin cepat menjadi orang
kaya raya. Ketidaksabaran petani terhadap angsa miliknya muncul
karena angsa hanya memberikan sebuah telur setiap hari. Petani merasa
dia tidak akan cepat menjadi kaya dengan cara begitu.
Setiap hari sepulang dari pasar, petani menghitung uangnya.
Suatu hari, setelah menghitung uangnya, sebuah gagasan muncul
di kepala petani. Petani berpikir bahwa ia akan mendapatkan semua
telur emas dalam diri angsa sekaligus dengan cara memotong angsa.
Gagasan petani pun dilaksanakan. Betapa kaget dan sedihnya petani
ketika tidak menemukan satu telur pun dalam perut angsa. Angsa
istimewanya terlanjur mati dipotong. Hanya penyesalan yang bisa
petani rasakan saat ini. Keinginan petani menjadi kaya raya semakin
jauh dari angan-angannya.
Dari cerita di atas kita dapat mengambil hikmah atau pembelajaran. Kita
sebagai manusia harus mensyukuri yang sudah dimiliki. Jangan serakah hanya
karena ingin cepat kaya. Sesungguhnya Tuhan sudah mengatur rezeki manusia.
“Barang siapa yang telah memiliki sesuatu dengan berlimpah, tetapi serakah
dan menginginkan yang lebih lagi, akan kehilangan semua yang dimilikinya”
Berdasarkan bacaan cerita “Angsa dan Telur Mas” di atas, jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Apa inti dari teks cerita tersebut?
Jawab:
2. Siapakah tokoh utama dalam cerita tersebut?
Jawab:
3. Bagaimanakah sikap yang dimiliki tokoh utama?
Jawab:
4. Bagaimanakah seharusnya sikap tokoh utama atas nikmat yang sudah ia
peroleh?
Jawab:
5. Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi tokoh utama dalam cerita
tersebut?
Jawab:
...........................................................................................................................................................
Pada dasarnya, cerita fiksi adalah cerita rekaan. Isi cerita fiksi dibuat
berdasarkan hasil olahan imajinasi atau daya pikir pengarangnya secara
artistik dan intens. Cerita fiksi diwarnai oleh kultur, pengalaman batin, filosofi,
religiositas, dan latar belakang pengarang lainnya. Selain itu, cerita fiksi
diolah berdasarkan pandangan, tafsiran, kecerdikan, wawasan, dan penilaian
pengarang terhadap berbagai peristiwa, baik peristiwa nyata maupun peristiwa
hasil rekaan semata.






Komentar
Posting Komentar