TEMA 8 SUBTEMA 3 PEMBELAJARAN 3
TEMA 8. DAERAH TEMPAT TINGGALKU
SUBTEMA 3. BANGGA TERHADAP DAERAH TEMPAT TINGGALKU
PEMBELAJARAN 3
Nelayan bekerja mencari ikan di laut. Hasil tangkapan ikannya digunakan
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Mata pencaharian sebagai
nelayan ditemui di daerah pantai. Berbicara tentang nelayan mengingatkan
kita pada cerita fiksi ‘Nelayan dan Ikan Mas’.
Ayo Membaca
Bacalah cerita berikut!
Nelayan dan Ikan Mas
Dalam sebuah kisah diceritakan ada sepasang suami istri yang
sudah tua dan hidup sederhana, sebut saja kakek dan nenek. Mereka
tinggal di gubuk reot di tepi pantai. Untuk memenuhi kebutuhan
hidup sehari-harinya, kakek bekerja sebagai nelayan. Nenek di rumah
mengerjakan pekerjaan rumah.
Seperti hari-hari biasa, pagi itu kakek pergi ke laut mencari ikan.
Kakek mencari ikan menggunakan jala. Hampir seharian kakek menjala,
tetapi kakek belum juga mendapat ikan. Hingga akhirnya, jala kakek
bergerak kencang. Kakek segera mengangkat jalanya. Ternyata kakek
mendapat seekor ikan mas kecil.
Alangkah terkejutnya kakek saat memegang ikan mas terdengar
suara layaknya manusia. Suara itu berasal dari mulut ikan mas. Ternyata
ikan mas hasil tangkapan kakek bisa berbicara. Ikan mas minta tolong
kepada kakek untuk dilepas kembali ke laut. Sebagai imbalannya, ikan
mas akan memenuhi segala permintaan kakek. Akibat rasa kaget, tanpa
berpikir panjang kakek langsung melepas ikan mas kembali ke laut tanpa
mengajukan permintaan apa pun.
Kakek pulang dengan tangan hampa karena seharian kakek tidak
mendapatkan ikan. Tak pelak nenek yang sudah menunggu lama di
rumah marah. Nenek bingung karena tidak ada yang bisa dimakan hari
itu. Untuk menenangkan hati istrinya, kakek menceritakan pertemuannya
dengan ikan mas ajaib yang bisa berbicara layaknya manusia dan berjanji
mau memenuhi segala permintaannya. Mendengar cerita kakek, nenek
tambah marah karena kakek tidak meminta apa pun dari ikan mas.
Padahal hidup mereka serba kekurangan, bak cucian lapuk, dan
tinggal di gubuk reot.
Nenek menyuruh kakek kembali ke laut dan mengajukan
permintaan kepada ikan mas. Nenek menginginkan bak cucian yang baru.
Akhirnya, kakek kembali ke laut dan meminta bak cucian baru kepada
ikan mas. Sungguh ajaib, dalam waktu sekejap sudah ada bak cucian baru
di depan rumah. Keajaiban itu, ternyata tidak membuat nenek bersyukur.
Sebaliknya, nenek semakin serakah. Nenek menyuruh kakek kembali ke
laut untuk mengubah gubuk reotnya menjadi rumah baru tanpa ada kayu lapuknya. Kakek pun menuruti keinginan nenek. Kembalilah kakek
ke laut menemui ikan mas dan menyampaikan keinginan istrinya. Lagi-lagi terjadi keajaiban, sepulang dari laut rumah kakek sudah berubah
menjadi rumah baru tanpa ada kayu lapuknya.
Sang nenek masih saja tidak puas dengan rumah barunya. Banyak
permintaan yang nenek ajukan. Mulai dari istana, menjadi penguasa
provinsi atau gubernur, dan menjadi ratu. Semua sudah kakek sampaikan
kepada ikan mas dan terkabulkan. Dasar manusia serakah, ia ingin meminta
lebih. Akhirnya, nenek m enyuruh kakek m inta kepada ikan
mas agar nenek menjadi dewi laut dan ikan mas menjadi pelayannya.
Mendengar permintaan tersebut, ikan mas tidak menjawab apa pun dan
langsung kembali berenang ke laut.
Ketika kakek pulang ke rumahnya, ia tidak melihat lagi istana dan
pelayan-pelayan istrinya. Kakek hanya melihat gubuk reot dengan beberapa kayu lapuknya. Sementara nenek tampak duduk melamun memandangi bak cucian yang lapuk seperti sedia kala. Penyesalan atas
keserakahan nenek pun tiada guna.
Berdasarkan cerita di atas, jawablah pertanyaan berikut!
1. Mengapa cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’ disebut sebagai cerita fiksi?
Jawab:
2. Siapa sajakah tokoh-tokoh yang ada dalam cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’?
Jawab:
3. Bagaimanakah sifat dari tokoh-tokoh dalam cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’?
Jawab:
4. Hikmah apa yang bisa kamu petik dari cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’?
Jawab:
5. Sikap apakah yang harus kita hindari agar kita bisa bersyukur atas nikmat
Tuhan Yang Maha Esa?
Jawab:
Berdasarkan cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’, kamu dapat memahami adanya
tokoh dan peran tokoh. Dalam cerita fiksi, tokoh memegang peranan penting.
Tokoh akan membuat suatu cerita lebih hidup dan menarik seolah-olah terjadi
di alam nyata.
Tokoh adalah orang yang menggambarkan suatu peristiwa dalam sebuah
cerita yang diperankan. Para tokoh dalam cerita memiliki peranan masingmasing yang berbeda satu tokoh dengan tokoh lainnya. Mari kita mengingat
kembali mengenai tokoh dalam cerita fiksi.
Pada dasarnya, tokoh dibedakan menjadi dua yaitu tokoh utama dan
tokoh tambahan (pembantu).
1. Tokoh utama
Tokoh utama adalah tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu
cerita. Tokoh utama paling banyak diceritakan, baik sebagai pelaku kejadian
maupun yang dikenai kejadian.Bahkan dalam novel-novel tertentu, tokoh
utama senantiasa hadir dalam setiap kejadian dan dapat ditemui dalam
tiap halaman novel yang bersangkutan.
2. Tokoh Tambahan (pembantu)
Tokoh tambahan (pembantu) adalah tokoh yang memiliki peranan tidak penting dalam cerita. Kehadiran tokoh pembantu sekadar menunjang tokoh utama.
Tokoh juga dapat dibedakan berdasarkan peran tokoh dalam sebuah cerita
yaitu tokoh protagonis dan antagonis.
1. Tokoh Protagonis
Tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki watak baik sehingga
disenangi dan dikagumi pembaca.
Protagonis adalah pelaku yang memiliki watak yang baik sehingga
disenangi pembaca.
2. Tokoh Antagonis
Tokoh antagonis adalah tokoh yang tidak disenangi pembaca karena
perannya tidak sesuai yang didambakan pembaca. Tokoh antagonis ini
menjadi penyebab timbulnya konflik dan ketegangan yang dialami oleh
tokoh protagonis. Antagonis adalah pelaku yang tidak disenangi pembaca
yang tidak sesuai dengan isi cerita yang didambakan oleh pembaca.
Peran tokoh dalam cerita sebenarnya menggambarkan peran manusia
dalam kehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata manusia mempunyai
karakter berbeda-beda. Ada yang berkarakter baik dan ada yang berkarakter
tidak baik. Ada yang menyenangkan dan ada tidak menyenangkan. Semua itu
merupakan keragaman karakteristik individu.
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat plural atau majemuk.
Artinya, masyarakat Indonesia terdiri atas beragam karakteristik yang berbeda
antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain.
Karakteristik adalah karakter dan gaya hidup seseorang serta nilainilai yang berkembang secara teratur sehingga tingkah laku menjadi lebih
konsisten dan mudah diperhatikan. Karakteristik juga berarti ciri atau karakter
secara alamiah yang melekat pada diri seseorang. Jadi, karakteristik individu
adalah ciri atau karakter yang melekat pada diri individu. Karakteristik
individu dalam masyarakat Indonesia beragam jenisnya di antaranya
fisik, jenis kegemaran, pekerjaan, ras, suku, pengetahuan, serta agama atau
kepercayaan.
Keragaman karakteristik masyarakat Indonesia bukan penghambat
persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Keragaman karakteristik
masyarakat Indonesia juga bukan sumber timbulnya konflik atau masalah.
Sebaliknya, keragaman karakteristik masyarakat Indonesia merupakan
kekayaan khazanah budaya bangsa yang dapat memperkukuh persatuan
dan kesatuan Indonesia. Bagaimanakah cara kita menghadapi karakteriksik
masyarakat Indonesia?
Kita sebagai warga negara Indonesia hendaknya saling menghormati
perbedaan karakteristik antarmasyarakat. Banyak manfaat atas keragaman
karakteristik masyarakat Indonesia.Beberapa manfaat yang dimaksud sebagai
berikut.
1. Dapat belajar saling menghargai karakter setiap individu.
2. Belajar bersosialisasi.
3. Belajar toleransi.
4. Saling melengkapi sesama individu.
5. Hidup rukun dalam masyarakat.
Kamu telah memahami berbagai jenis karakteristik individu dalam
masyarakat. Teman-teman di sekolahmu tentu juga memiliki karakteristik
sendiri-sendiri. Bagaimanakah sikap kamu dalam menghadapi berbagai
karakteristik teman di sekolahmu? Manfaat apa yang kamu peroleh dengan
adanya karakteristik antarteman di sekolah?
Pekerjaan merupakan salah satu jenis karakteristik individu dalam
masyarakat. Misalnya, petani merupakan pekerjaan mayoritas bangsa
Indonesia sebagai negara agraris. Nelayan adalah pekerjaan yang ditekuni
oleh masyarakat di daerah pantai. Adapun di daerah pegunungan sebagian warganya menggarap perkebunan. Banyak ragam pekerjaan dalam masyarakat.
Pekerjaan yang ditekuni masyarakat sesuai dengan kondisi lingkungan alam
sekitar.
Pekerjaan merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi. Ingatkah kamu
yang dimaksud kegiatan ekonomi? Kegiatan ekonomi adalah semua kegiatan
yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada
dasarnya manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jadi,
pekerjaan merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi.
Pada dasarnya, pekerjaan dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
1. Pekerjaan yang Menghasilkan Barang
Pekerjaan yang menghasilkan barang adalah pekerjaan yang
menghasilkan suatu barang yang bisa dipergunakan oleh seseorang.
Contohnya petani (menghasilkan padi dan jagung), nelayan (menghasilkan
ikan), peternak (menghasilkan daging, susu, dan woll), penjual kue, dan
perajin.
2. Pekerjaan yang Menghasilkan Jasa
Pekerjaan yang menghasilkan jasa adalah pekerjaan yang hasilnya
bukan berupa barang, tetapi hasil pekerjaannya dapat dinikmati dan
dirasakan orang lain. Contohnya guru, dokter, perawat, tukang potong
rambut, polisi, tentara, dan seniman. Jenis pekerjaan jasa ini dibutuhkan
masyarakat luas, terutama di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan,
layanan transportasi, ketertiban dan keamanan, serta pariwisata. Oleh
karena itu, pekerjaan yang menghasilkan jasa disebut sebagai pekerjaan
yang berkaitan dengan sosial budaya.
Kamu telah memahami jenis-jenis pekerjaan, baik pekerjaan yang
menghasilkan barang maupun pekerjaan yang menghasilkan jasa. Sekarang
lakukan pengamatan terhadap lingkungan tempat tinggalmu. Tuliskan jenisjenis pekerjaan yang ditekuni masyarakat tempat tinggalmu. Kelompokkan
jenis-jenis pekerjaan tersebut dalam dua kelompok yaitu pekerjaan yang
menghasilkan barang dan pekerjaan yang menghasilkan jasa atau pekerjaan
yang berhubungan dengan sosial budaya. Tuliskan hasil pekerjaanmu dalam
bentuk kolom seperti berikut dan kumpulkan kepada Bapak/Ibu Guru untuk
dinilai.




Komentar
Posting Komentar